Laman
“Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah. Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah di siapkan bagi kita. Kamu hanya tinggal merasakannya saja.”
| — | Perahu Kertas - Dee |
“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.”
| — | Luhde - Perahu Kertas - Dee |
Selasa, 02 September 2014
:: Langkah Baru Hidupku ::
Ayah, engkau telah menyerahkan & mempercayakan jiwa-ragaku padanya... Berkahi aku dg ridho & keikhlasan Ayah&Bunda agar aku dpt memegang amanah sbg istri utk suamiku...
Akhirnya Aku Pahami...
عشت في بداية عمري مع والدَايَّ , وكنتُ أظن أني لا أستطيع مفارقتهم ولا العيش دونهم فتوفي والداي
"Di awal kehidupanku, aku hidup bersama kedua orang tuaku. Saat itu aku mengira bahwa aku tak akan mampu berpisah dan hidup tanpa mereka berdua. Akhirnya, keduanya pun meninggal.
فعشت مع إخوتي , وظننت أنني لا أستطيع مفارقتهم فتزوجوا وعاش كل منهم مع أسرته
Lalu, aku hidup bersama saudara-saudaraku. Aku pun mengira bahwa aku tak mampu berpisah dengan mereka. Akhirnya mereka menikah dan hidup bersama dengan keluarganya masing-masing.
وأنا كذلك تزوجتُ وأنجبت البنات والأبناء وظننت أنني لا أستطيع مفارقتهم فتزوجوا وكل منهم كون أسرة وذهب إلى سبيله
Akupun demikian, menikah dan dianugerahi putra dan putri. Aku dulunya berpikir bahwa aku tak mampu berpisah dengan anak-anakku. Akhirnya mereka menikah dan menjadi sebuah keluarga lalu menjalani kehidupan masing-masing.
فعلمت أنه لا يبقى مع الإنسان إلا ربّه
Dan pada akhirya kupahami bahwa tiada satupun yang tersisa menemani kehidupan seorang insan kecuali Rabbnya.
فكل الصّلات قد تنقطع إلا صِلَتك برب العالمين , فكل الصّلات قد تنقطع إلا صِلَتك برب العالمين , فكل الصّلات قد تنقطع إلا صِلَتك برب العالمين
Setiap hubungan kan terputus kecuali hubungan anda dengan Rabb alam semesta. Setiap hubungan kan terputus kecuali hubungan anda dengan Rabb alam semesta. Setiap hubungan kan terputus kecuali hubungan anda dengan Rabb alam semesta."
Oleh: Syaikh Aliy Tanthawiy -rahimahullah-
Penerjemah: Akh Fachriy Abu Syazwiena
Sumber naskah: Page Abu Yahya al-Huwainiy, putra Syaikh Ishaq al-Huwainiy
~ Rekening Utsman bin Affan r.a. Masih Ada Sampai Sekarang ~
(Sebuah Kisah Nyata)
Rekening Atas Nama Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.
Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama UTSMAN BIN AFFAN.
Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel 'Utsman bin Affan Ra' yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi?
Apakah ada anak cucu keturunan Usman saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka?
Penasaran? Ikuti kisahnya berikut ini. Barangkali kita dapat mengambil pelajaran:
- Setelah hijrah, jumlah kaum Muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.
- Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah Bi'ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.
- Mengetahui hal itu, Utsman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli 'setengah' air sumur Rumah. Usman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.
- Dengan semakin bertambahnya penduduk Muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Utsman pun akhirnya membeli 'sisa' air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kl. Rp.
5 M). Untuk kali ini pun Usman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin.
- Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Utsman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.
- Kebun wakaf Utsman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Utsmaniyah (Turki Usmani).
- Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.
- Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Utsman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan.
- Rekening atas nama Utsman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.
- Dengan begitu 'kekayaan' Utsman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.
- Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari 'rekening' Utsman.
- Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel 'Utsman bin Affan' tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.
- Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 M).
- Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di 'rekening' Utsman bin Affan.
- Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Utsman bin Affan.
Masya Allah, saudaraku, itulah 'transaksi' Utsman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun.....berapa 'keuntungan' pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Usman bin Affan di sisi Allah Swt.
(Tarjim: ust.Asep Sobari Lc)
Langganan:
Komentar (Atom)

